20 likes
  • murniayaMereka adalah teman-teman baikku sejak SMP. Ayu (kiri) dan Vika (kanan). Mereka adalah salah dua dari beberapa teman terbaikku. Jalinan persahabatan kami alhamdulillah tak lekang terkikis waktu. Sering orang berkata,
    "Semakin kita dewasa, semakin sedikit orang yang benar-benar peduli pada kita. Semakin sedikit teman yang kita punya, semakin sempit pula ruang bagi orang-orang yang dapat kita percaya."
    Tetapi bersama mereka adalah pengecualian karena mereka masih dapat kupercaya dan tetap ada di belakangku hingga sekarang.

    Jika ditanya apa alasan aku menyayangi mereka, aku bisa jawab apa? Mengapa aku butuh alasan untuk menyayangi mereka? Karena jika hal-hal yang menjadi alasanku untuk menyayangi mereka itu sudah tak ada lagi di mereka, akankan itu artinya aku tak berhak lagi menyayangi mereka? Jika aku menyayangi mereka karena alasan-alasan itu, berarti rasa sayangku bukan secara tulus dan apa adanya. Mungkin hanya waktu yang dapat menjawab alasannya, karena sang waktu lah yang menjadi saksi bisu perjalanan kami dari dulu--sejak masih pakai seragam rok biru, hingga sekarang sudah ada yang menimang anak dan menabung demi beli popok & susu.

    Time flies so fast, but I still remember when we were younger. Pulang sekolah jalan kaki panas-panas atau bahkan kehujanan, tapi kita menikmatinya. Meski tangan dan kaki belang karena terik matahari, tapi kita cuek aja. Rela pulang jalan kaki niatnya demi nabungin ongkos, malah duitnya dipakai buat jalan tekwan di pinggir jalan. Ketika momen rempong terjadi saat kita masih sibuk fangirling demi hunting DVD atau tukaran data di laptop, saat itu pula kita merasa seperti dunia milik sendiri.

    Bagiku, untuk menyayangi seseorang itu tak susah. Hanya dengan seringnya menikmati waktu bersama--entah itu bekerja atau bermain atau berkelakar (bercanda), maka itu sudah cukup untuk menumbuhkan rasa sayang kepada sesama.

    #GagasmediaLove

Log in to like or comment.