LETER C

#39~365

Tahun 1884 Belanda mengreorganisasi Wijk di Manado menjadi 3: Wijk Leter A dan Leter B khusus orang Belanda, dan Wijk Leter C sebagai Kampung Cina.

Pemerintah kolonial Belanda ketika menjajah Indonesia, suka membagi-bagi klas masyarakat. Klas dan keistimewaan ini pun berlaku di Manado, pusat Keresidenan Manado. Orang Belanda dan penduduk istimewa memiliki pemukiman khusus di pusat Kota Manado, yang telah mulai dirintis sejak awal penjajahan, masa Kompeni (VOC, sebelum berganti pemerintah Hindia-Belanda). Kampung-kampung istimewa tumbuh di Bendar Manado, sekarang masuk Kecamatan Wenang, lokasi yang di masa lalu disebut 'distrik' hoofdplaats Manado, pusat pemerintahan dan perdagangan. Hunian orang Belanda  terdiri 6 kampung, tersebar di utara dan selatan Benteng Nieuwe Amsterdam. Di dekatnya, Kampung Cina di Calaca sekarang, dan kemudian Kampung Arab di Istiqlal sekarang. Berikut Kampung Borgo, sekarang di Kecamatan Tuminting, Kampung Borgo Kristen di Sindulang dan Kampung Borgo Islam di Kampung Islam.

Kampung-kampung istimewa itu disebut WIJK. Kepala Kampung digelari WIJKMEESTER. Mereka bertanggungjawab kepada Kontrolir Manado yang dipegang ambtenar Belanda. Nama kampung-kampung ini, seperti bentukan Belanda di kota-kota lain di Indonesia, disebut LETER. Bukan karena bentuk kampungnya seperti huruf abjad, tapi sekedar nama administrasi, yang dapat bertambah atau berkurang tergantung kebijakan kolonial.

Tahun 1843 di Manado ada 7 wijk. Belum langsung disebut Leter. Tahun 1848 wijk jadi 8 kampung, penduduk Belanda terpusat di Bendar Manado, dan nama kampung mulai dicatat sebagai Leter A sampai Leter H.

Tahun 1869 Wijk tinggal 7. Kampung Belanda dan Borgo Kristen jadi 5. Kampung Cina berubah nama jadi Wijk Leter F, dan Kampung Islam Wijk Leter G.

Tahun 1896 Kampung Belanda diperkecil menjadi 3 wijk, Leter A,B,C dan bertahan hingga Jepang mengambil alih kekuasaan di Manado pada 1942.

Leter C itu hingga kini dikenal dengan nama KAMPUNG CINA, pecinannya Manado, yang hari ini menggelar Cap Go Meh yang dihelat saban tahun.

Disarikan dari beberapa sumber terutama tulisan Adrianus Kojongian.

#capgomeh #manado #heritage #jurnal_rb
129 likes
  • ronnybuolLETER C

    #39~365

    Tahun 1884 Belanda mengreorganisasi Wijk di Manado menjadi 3: Wijk Leter A dan Leter B khusus orang Belanda, dan Wijk Leter C sebagai Kampung Cina.

    Pemerintah kolonial Belanda ketika menjajah Indonesia, suka membagi-bagi klas masyarakat. Klas dan keistimewaan ini pun berlaku di Manado, pusat Keresidenan Manado. Orang Belanda dan penduduk istimewa memiliki pemukiman khusus di pusat Kota Manado, yang telah mulai dirintis sejak awal penjajahan, masa Kompeni (VOC, sebelum berganti pemerintah Hindia-Belanda). Kampung-kampung istimewa tumbuh di Bendar Manado, sekarang masuk Kecamatan Wenang, lokasi yang di masa lalu disebut 'distrik' hoofdplaats Manado, pusat pemerintahan dan perdagangan. Hunian orang Belanda terdiri 6 kampung, tersebar di utara dan selatan Benteng Nieuwe Amsterdam. Di dekatnya, Kampung Cina di Calaca sekarang, dan kemudian Kampung Arab di Istiqlal sekarang. Berikut Kampung Borgo, sekarang di Kecamatan Tuminting, Kampung Borgo Kristen di Sindulang dan Kampung Borgo Islam di Kampung Islam.

    Kampung-kampung istimewa itu disebut WIJK. Kepala Kampung digelari WIJKMEESTER. Mereka bertanggungjawab kepada Kontrolir Manado yang dipegang ambtenar Belanda. Nama kampung-kampung ini, seperti bentukan Belanda di kota-kota lain di Indonesia, disebut LETER. Bukan karena bentuk kampungnya seperti huruf abjad, tapi sekedar nama administrasi, yang dapat bertambah atau berkurang tergantung kebijakan kolonial.

    Tahun 1843 di Manado ada 7 wijk. Belum langsung disebut Leter. Tahun 1848 wijk jadi 8 kampung, penduduk Belanda terpusat di Bendar Manado, dan nama kampung mulai dicatat sebagai Leter A sampai Leter H.

    Tahun 1869 Wijk tinggal 7. Kampung Belanda dan Borgo Kristen jadi 5. Kampung Cina berubah nama jadi Wijk Leter F, dan Kampung Islam Wijk Leter G.

    Tahun 1896 Kampung Belanda diperkecil menjadi 3 wijk, Leter A,B,C dan bertahan hingga Jepang mengambil alih kekuasaan di Manado pada 1942.

    Leter C itu hingga kini dikenal dengan nama KAMPUNG CINA, pecinannya Manado, yang hari ini menggelar Cap Go Meh yang dihelat saban tahun.

    Disarikan dari beberapa sumber terutama tulisan Adrianus Kojongian.

    #capgomeh #manado #heritage #jurnal_rb

  • qratorQrator.com loves this!😄
  • josie.peiWonderful
  • kampollock👏 👍
Log in to like or comment.